Saran & pedoman utk para jemaah yg melakukan haji & umroh

Saran & pedoman utk para jemaah yg melakukan haji & umroh

Ibadah haji & umroh plus turki yakni ibadah bersama perjalanan panjang & tidak sedikit aktivitas yg teramat melelahkan fisik. Tidak hanya itu serta berisiko kepada kesehatan badan. Lebih-lebih keadaan medan, iklim, & cauaca ekstrim di tanah suci teramat jauh berlainan bersama kondisi alam di tanah air.

Jumpa gede para jama’ah dari beragam pelosok nusantara pun bangsa di dunia yg menciptakan keadaan tanah suci jadi luar biasa padat, pun dapat jadi perihal mudahnya penularan cepat atau tak serentak beragam penyakit menular.

Terlebih jamaah haji pula mesti membiasakan diri dgn makanan lokal yg belum tentu sesuai di perut, lantaran urusan mengonsumsi, telah diatur oleh penyelenggara perjalanan haji. Utk itu butuh adanya perbuatan pencegahan yg direkomendasikan & mesti dilakukan para jamaah guna memperkecil resiko-resiko yg mungkin saja dapat menghinggapi tatkala perjalanan ibadah di tanah suci.

  1. Factor yg penting utk diperhatikan jamaah haji merupakan kebersihan minuman & makanan yg kita mengkonsumsi. Tak direkomendasikan jamaah haji buat meminum air kran, dikarenakan air kran berbahaya buat dimakan, lantaran berupa air mentah yg masihlah tidak sedikit mengandung mikroorganisme. Perjalanan panjang sewaktu 10 jam antara madinah & mekah dalam cuaca panas terik tentulah bakal menciptakan para jamaah haji lelah & kehausan. Padahal di sepanjang perjalanan tak sanggup dijamin bakal menemukan makanan, air minum bersih atau toilet.
  2. Ada baiknya para jamaah haji membekali diri bersama air mineral botol atau apabila mau yg alami mampu dipilih air zam zam. Air zam zam aman diminum meski mentah dikarenakan mengandung flouride tinggi yg dapat membunuh kuman. Maka efek dehidrasi selagi dalam perjalanan tak dapat terjadi.
  3. Para jamaah haji pun mesti mengecek dgn cek kebersihan area makan yg bakal dipilih. Contohnya di distrik haram, sebaiknya jamaah haji menghindari buat makan di restauran yg nampak kurang bersih. Mengintip kebersihan restoran sebelum memesan makanan & mencuci tangan bersama sabun sebelum makan merupakan aspek yg utama dilakukan.
  4. Disarankan jamaah haji buat senantiasa mengambil sabun pribadi di dalam tas yg senantiasa dipindah kemana-mana. Lebih baik sedikit repot & bijak daripada terserang sakit perut & ibadah jadi tertunda, bukan? Bersama memerhatikan kebersihan & kesehatan makanan & minuman yg dimakan, insya allah keadaan fisik para jamaah haji senantiasa prima buat mengikuti rangkaian ibadah haji di tanah suci.
  5. Tak menaruh jatah makanan. Apabila jamaah haji mendapat jatah makanan yg masihlah hangat & segar, hendaknya serentak dimakan, tidak butuh disimpan, karena dikhawatirkan dapat jadi basi & bakal menyebabkan sakit perut apabila dimakan setelah itu. Diwaktu menerima jatah makanan, hendaknya pun diperiksa apakah tetap hangat atau telah basi. Karena pengolahan makanan dalam kuantitas agung maka kadang diolah jauh sebelum jam makan tiba. Bila telah dalam keadaan tak baik, sebaiknya tak dimakan.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*